Ads 468x60px

Saturday, June 16, 2012

Cara Install Dual Boot Windows 7 dan Ubuntu 12.04




Tutorial kali ini akan menjelaskan tentang cara untuk mendual boot antara OS Windows 7 dan Ubuntu 12.04. Cara ini bisa menjadi solusi anda yang hanya punya satu komputer dan ingin menjalankan kedua Ubuntu dan Windows dalam satu komputer anda.

Saya mengasumsikan bahwa pada komputer Anda sudah terinstall Windows 7 dan juga komputer Anda memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk menginstal Ubuntu bersama windowsnya. Karena kebanyakan pada instalasi Windows, menempati seluruh hard disk.

Hal pertama yang harus di lakukan adalah mengecilkan Partisi dan membuat/menyediakan ruang kosong untuk instalasi Ubuntunya. Serta, Hal lain yang harus di lakukan adalah mem-backup data penting Anda sebelum memulai proses, tujuannya bila ada error, data2 anda tidak hilang.

1. Dan klik 'Start' -> lalu klik kanan 'Computer' dan pilih'Manage'.
2. Selanjutnya, 'Disk Management' pilih dan klik kanan pada disk lokal (C :) lalu klik "Shrink Volume'
3. Sebagai contoh saya membuat ruang kosong/space ubuntu dengan kapasitas 8156 MB, ruang kosong ini saya ambil dari besar kapasitas pada (Local disk :C). Jika sudah selesai menentukan besar ruang kosong untuk ubuntunya, lalu Klik 'Shrink' 
4. Setelah mengecilkan drive dan membuat ruang kosong untuk ubuntunya, restart komputer Anda, pastikan bahwa CD / DVD Ubuntu sudah di masukkan ke dalam CD/DVD Room komputer anda. Jangan lupa juga setting boot dari CD / DVD.
5. Selanjutnya, pilih "Something Else" dan klik 'Continou'
6. Kemudian klik pada ruang kosong/free space yang sudah kita buat tadi, dan klik 'Add...' untuk mmembuat ruang swap.
7. Selanjutnya, tentukan jumlah swap untuk membuat. biasanya yang saya buat adalah 500 sampai 1000 MB. Jangan lupa untuk memilih "swap area". Klik Ok untuk menutup jendela.
8. Selanjutnya, klik 'Add..' lagi untuk membuat partisi Ubuntu dan menggunakan semua ruang bebas/free space yang tersedia. Pastikan untuk memilih garis miring (/) sebagai mount point.
9. Selanjutnya, Centang filesystem ext4. Sejauh ini kita sudah berhasil untuk menkonfigurasi aturan yang diperlukan sebelum mendualboot Windows dan Ubuntu. Lalu sekarang di lanjut dengan menginstal Ubuntunya, klik 'Install Now'
10. Lalu ikuti langkah - langkah penginstalannya hingga selesai, Jika anda sebelumbya belum pernah menginstal ubuntu / ingin melihat lebih detail tentang instalasi ubuntunya, untuk langkah selanjutnya silahkan lihat disini : Cara Install Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin)

Setelah instalasi udah selesai, maka anda akan disajikan dengan tampilan berikut saat anda memuali menyalahkan komputer anda, dan anda dapat memilih OS mana yang akan anda gunakan.
Selamat menikmati dual boot Windows 7 dengan Ubuntu 12.04 nya. Semoga Bermanfaat.
Reade more >>

Cara Install Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin)

Selamat siang sobat blogger semuanya, alhamdulillah sehabis sholat dhuhur dapat kesempatan untuk memposting artikel ini, Ok langsung saja. Sebelum memuali tahap penginstallan ubuntunya, kita harus mempunyai ISO intallernya dulu, jika anda belum punya, silahkan bisa download disini : Download Ubuntu Precise Pangolin 12.04 LTS.
Setelah semua yang dibutuhkan untuk instalasi ubuntu sudah ada, maka instal ubuntunya kita mulai.

Cara Install Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin)
1. Masukkan CD Ubuntu installernya, lalu restart komputer.
2. Atur agar booting dari CD/DVD.
3. Setelah Ubuntu telah boot, Anda akan disajikan dengan layar yang terlihat seperti ini:
4. Klik Install Ubuntu untuk menginstal. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini:
Centang kedua kotak, ini tujuannya untuk menginstal semua pembaruan ketika menginstal, yaitu pembaruan seperti, Music Player, Video Player dll, karena defaultnya ubuntu gak ada music playernya, jadi harus update sendiri lewat ubuntu software center.

Anda juga harus memiliki minimal 4.5GB ruang kosong yang tersedia, jika tidak maka Anda tidak dapat dilanjutkan. jika di centang(untuk pembaruan) harus tersambung dengan internet, tapi jika gak ada koneksi, tidak dicentang juga gak papa. tetapi Anda tidak akan bisa mendapatkan update, atau sembarang paket bahasa yang mungkin anda butuhkan.

5. Selanjutnya Anda bisa memilih cara untuk menginstal ubuntunya:
Disini saya mempunyai komputer yang masih kosong belum, belum ada Operating Systemnya, sehingga saya dapat memilih untuk menggunakan seluruh disk.

Atau anda dapat menentukan partisi secara manual (Something Else). Dan anda juga dapat Memilih untuk Dual Boot atau menginstal bersama windows(jika komputer sudah terinstal windows). Ini akan kita bahas pada pertemuan berikutnya.
Yaitu Anda akan disajikan dengan menu dengan pilihan untuk memilih sistem operasi setiap kali Anda menyalakan komputer Anda.

Jika sudah memilih cara penginstalan, Klik "Continue".

6. Lalu Anda akan disajikan dengan layar konfirmasi, seperti ini:
Klik "Install Now" untuk memulai instalasi.

Anda akan ditanya beberapa pertanyaan dalam satu detik tentang di mana Anda, apa nama Anda, dan bagaimana Anda ingin komputer Anda mengatur. Ini adalah untuk pengaturan waktu, nama pengguna, dan folder home.

Where are you?
Pilih lokasi Anda dengan mengklik di peta. Hal ini untuk memilih zona waktu anda dan daerah anda.

Keyboard Layout
Pilih saja Defaultnya English(US) atau sesuaikan dengan keyboard anda.

Who are You?
Silahkan isi dengan memasukkan user name, nama pengguna, password sesuai yang anda inginkan.
Setelah selesai mengisi, Klik "Continue".

Silahkan Duduk sambil ngopi untuk menikmati tayangan slide tentang Ubuntu, semua gratis, full-versi software yang Anda miliki, dan seberapa besar itu adalah untuk menginstal Ubuntu 12,04 LTS (Precise Pangolin).
Selamat, Ubuntu 12.04 Precise Pangolin LTS telah berhasil terinstal. Semoga tutorial ini bisa bermanfaat.
Reade more >>

Tuesday, June 5, 2012

Konfigurasi Firewall dengan Iptables di Debian 6 Squeeze


Firewall merupakan komponen yang sangat penting untuk sebuah jaringan jika dilihat dari sisi keamanan. Tugas dari firewall ini adalah untuk memfilter paket-paket data yang mana saja yang boleh lewat dan tidak. Jadi Firewall ini ibarat lampu lalu lintas yang ada di dalam sebuah jaringan. Berhubung firewall ini adalah sisi yang sangat rentan terhadap serangan dari luar, maka untuk konfigurasi firewall seperti ini, menggunakan iptables merupakan pilihan yang tepat. Selain ringan dan simpel, iptables ternyata sangatlah powerful sekali dalam penerapan sistem firewall di Debian. Banyak sekali yang dapat kita manfaatkan dari aplikasi yang satu ini. Mulai dari routing, blokir paket data, hingga penerapan-penerapan firewall advanced lainnya. Jika kalian bisa menguasai perintah-perintah iptables ini, wah dijamin kalian pasti bakalan menjadi ahli networking security yang handal. :D

Nah, pada tutorial kali ini, saya ingin membagikan sebuah skrip iptables hasil iseng-iseng saya yang akan mengaktifkan beberapa fungsi firewall sederhana di Debian. Kira-kira rulenya adalah seperti ini : Seluruh jaringan lokal dapat mengakses ke internet, sedangkan semua akses dari luar akan ditutup kecuali akses ke SSH dan ke HTTP server.

Yuk, cekidot! :)

Menerapkan Iptables sebagai Firewall di Debian 6 Squeeze

Kita anggap bahwa topologi jaringannya adalah seperti ini dimana eth0 adalah interface luar/external(EXTIF) dan eth1 adalah interface lokal/internal(INTIF) :

client-----(eth1)firewall(eth0)-----internet


1. Kemudian buat filenya terlebih dahulu, kita beri nama filenya firewall saja. Dan kita letakkan di folder root agar lebih mudah.

# nano firewall

2. Kopikan script dibawah ini :

#!/bin/sh
IPTABLES='/sbin/iptables'
# Set nilai interface
EXTIF='eth0'
INTIF='eth1'
#Aktifkan ip forwarding di kernel
/bin/echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#flush aturan dan hapus chains
$IPTABLES ­F
$IPTABLES ­X
#Aktifkan masquerade untuk membolehkan LAN mengakses jaringan eksternal
$IPTABLES ­t nat ­A POSTROUTING ­o $EXTIF ­j MASQUERADE
#Tersukan trafik LAN dari LAN $INTIF ke internet $EXTIF
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $INTIF ­o $EXTIF ­m state ­­state NEW,ESTABLISHED ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server SSH
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 22 ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server HTTP
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 80 ­j ACCEPT
#blok seluruh akses ke $EXTIF
$IPTABLES ­A INPUT ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP


Save dan tutup filenya.

3. Beri hak akses executable

# chmod +x firewall

4. Jalankan iptables dan save rulenya agar tetap tersimpan meskipun komputer direstart.

# /etc/init.d/iptables start
# ./firewall
# iptables-save > /etc/network/iptables.conf
# /etc/init.d/iptables save


Selesai deh :D Silahkan lakukan pengetesan sendiri ya :p

Semoga bermanfaat :)
Reade more >>

Sunday, May 6, 2012

Penemuan Teknologi Terbaru: Program Komputer yang Bisa Membaca Pikiran

Penemuan Teknologi Terbaru: Program Komputer yang Bisa Membaca Pikiran
Neuroscientists (seseorang yang belajar tentang sistem saraf) dari Universitas California, Berkeley telah berhasil menterjemahkan aktivitas otak menjadi suara yang bisa didengar. Dalam sebuah penelitian yang mencakup 15 subjek, tingkat keberhasilan para peneliti dalam menterjemahkan aktivitas otak mencapai 80 hingga 90%. Penemuan teknologi terbaru ini secara efektif bisa disebut sebagai pembaca pikiran.
Untuk mendengarkan aktivitas otak, para peneliti menempatkan hingga 256 elektroda pada temporal lobe, rumah dari proses pendengaran di otak. Kemudian kata-kata dibacakan kepada subjek penelitian, dan aktivitas listrik yang dihasilkan dari temporal lobe akan dicatat. Pada penemuan teknologi terbaru ini, otak bisa menghasilkan suara dalam bentuk gelombang frekuensi (10Hz misalnya) dan bagian-bagian tertentu dari temporal lobe (cortical sites) kemudian bertugas memproses suara itu.
Dengan merekam aktifnya cortical sites ini ketika kata-kata didengarkan oleh subjek penelitian, para ilmuwan kemudian dapat merekonstruksi suara menggunakan program komputer. Jika Anda ingin melihat bagaimana penelitian ini berlangsung, Berkeley telah menerbitkan sebuah video MOV singkat yang dapat Anda download di sini.
Meskipun penemuan teknologi terbaru pembaca pikiran ini masih memiliki banyak kekurangan yang perlu disempurnakan, aplikasi untuk membaca pikiran merupakan suatu pencapaian yang monumental. Dalam kasus pasien yang mengalami koma, membaca pikiran bisa memberikan saluran komunikasi yang tak ternilai. Di luar bidang kedokteran, bidang pendidikan dan hiburan, membaca pikiran jelas membawa kita ke dalam jalur yang sangat menarik untuk diselami. video game yang merespon pikiran, iklan yang bervariasi tergantung pada suasana hati Anda, mobil yang dapat mengerem ketika Anda berpikir rem, alih-alih dari menginjak pedal rem.
Kutipan terkenal dari film spiderman mengatakan “With great power comes great responsibility”, bisa mewakili concern atas penemuan teknologi terbaru ini. Dalam artian, penting untuk diperhatikan siapa yang memegang kontrol penuh atas akses ke pikiran manusia ini. Apabila dilihat dari fun things, tentu menyenangkan bisa memainkan game menggunakan pikiran. Tetapi bagaimana dengan masalah privacy yang saat ini sedang mencuat.
Teknologi Internet, GPS dan lain-lain bisa membuat data pribadi atau keberadaan seseorang dengan mudah diketahui, dan banyak orang yang akan berteriak mengenai pelanggaran privacy tersebut. Lalu bagaimana dengan penemuan teknologi terbaru di mana orang lain bisa memiliki akses ke bagian paling pribadi yang bernama pikiran kita? [RY]
Reade more >>

HowTo: Upgrade Debian 5.0 (Lenny) To Debian 6.0 (Squeeze)

Debian 6.0 "Squeeze" has been released and how do I upgrade to Debian GNU/Linux 6.0 from the previous release, Debian GNU/Linux 5.0 ("Lenny") using command prompt?

Debian 6.0 introduces a dependency based boot system, making system start-up faster and more robust due to parallel execution of boot scripts and correct dependency tracking between them. Upgrades to Debian GNU/Linux 6.0 from the previous release, Debian GNU/Linux 5.0 (codenamed "Lenny"), are automatically handled by the apt-get package management tool for most configurations.
Make a backup - it cannot be stressed enough how important it is to make a backup of your system before you do this. Most of the actions listed in this post are written with the assumption that they will be executed by the root user running the bash or any other modern shell. The official Debian document recommends:
The main things you'll want to back up are the contents of /etc, /var/lib/dpkg, /var/lib/apt/extended_states and the output of dpkg --get-selections "*" (the quotes are important). If you use aptitude to manage packages on your system, you will also want to back up /var/lib/aptitude/pkgstates.
The following insutctions are tested on 64 bit version only but should work with 32 bit system. Edit the file called /etc/apt/sources.list, enter:
# vi /etc/apt/sources.list
Find word lenny and replace with squeeze. At the end it should look as follows:
deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb http://volatile.debian.org/debian-volatile squeeze/volatile main
deb-src http://volatile.debian.org/debian-volatile squeeze/volatile main
Save and close the file. Type the following command:
# apt-get update
# apt-get install apt dpkg aptitude
# apt-get dist-upgrade

Finally, reboot the server:
# reboot
After reboot make sure all required ports are open and all services are running:
# lsb_release -a
# netstat -tulpn
# tail -f /var/log/messages
# tail -f /path/to/log/file


Reade more >>

Followers

visitor of state

like me on FaceBook