Ads 468x60px

Showing posts with label linux debian. Show all posts
Showing posts with label linux debian. Show all posts

Sunday, March 10, 2013

Menambahkan Subdomain pada Debian Server

subdomain 300x225 Menambahkan Subdomain pada Debian ServerSubdomian adalah sebuah domain yang menginduk ke sebuah domain utama. Biasanya subdomain ini disimpan di depan domain utama dan dipisahkan dengan tanda “.” Contoh m.facebook.com. Dalam artikel ini saya akan jelaskan bagaimana caranya menambahkan sebuah subdomain pada Debian server anda.
Langkahnya cukup mudah.
1. Anda ubah file yang bernama db.sandimulyadi pada direktori /var/cache/bind, misalkan subdomain yang akan dibuat adalah saya.sandimulyadi.com maka masukan script seperti gambar berikut dibagaian paling bawah
root@sandimulyadi:~# /var/cache/bind/db.sandimulyadi
db sandimulyadi1 Menambahkan Subdomain pada Debian Server
2. Setelah itu anda simpan konfigurasi diatas lalu restart paket Bind9 anda dengan memasukan perintah
root@sandimulyadi:~# /etc/init.d/bind9 restart
3. Untuk melihat apakah anda telah berhasil membuat sebdomain anda masukan perintah nslookup berikut
root@sandimulyadi:~# nslookup saya.sandimulyadi.com
nslookup1 Menambahkan Subdomain pada Debian Server
4. Untuk membedakan direktori domain utama dengan subdomain, pada direktori /var/www anda buat dua buah direktori lagi, yang pertama dengan nama misalkan “sandimulyadi” untuk domain utama dan “saya” untuk subdomain anda.
root@sandimulyadi:~# mkdir sandimulyadi /var/www
root@sandimulyadi:~# mkdir saya /var/www
Didalam kedua direktori diatas tambahkan file index.html dan isinya terserah anda, misalkan saya buat script seperti berikut
root@sandimulyadi:~# nano index.html /var/www/sandimulyadi
index saya Menambahkan Subdomain pada Debian ServerUntuk direktori “sandimulyadi”
root@sandimulyadi:~# nano index.html /var/www/saya
index saya Menambahkan Subdomain pada Debian ServerUntuk direktori “saya”
5. Nah, untuk menjalankan sebuah subdomain diperlukan adanya VirtualHost, maka disini anda meski membuat dua buah file lagi, yang pertama untuk domain utama dan yang satu lagi untuk subdomain.
Pertama, anda masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available dan salin file default ke dalam file “saya” dan “sandimulyadi” misalnya.
root@sandimulyadi:~# cd /etc/apache2/sites-available
root@sandimulyadi:~# cp default sandimulyadi
root@sandimulyadi:~# cp default saya
6. Setelah anda menyalin file default, tahap selanjutnya anda edit kedua file hasil salinan (“sandimulyadi” & “saya”).
Pertama, edit file sandimulyadi
root@sandimulyadi:~# nano sandimulyadi
Lihat konfigurasi gambar dibawah ini
VH sandimulyadi Menambahkan Subdomain pada Debian Server
Kedua, edit file saya
root@sandimulyadi:~# nano saya
VH saya Menambahkan Subdomain pada Debian Server
7. Masukan beberapa perintah berikut untuk mengaktifkan kedua VirtualHost yang telah anda buat
root@sandimulyadi:~# a2dissite default
root@sandimulyadi:~# /etc/init.d/apache2 reload
root@sandimulyadi:~# a2ensite sandimulyadi
root@sandimulyadi:~# /etc/init.d/apache2 reload
root@sandimulyadi:~# a2ensite saya
root@sandimulyadi:~# /etc/init.d/apache2 reload
root@sandimulyadi:~# /etc/init.d/apache2 restart
8. Anda dapat melihat hasil dari konfigurasi diatas dengan memasukan perintah
root@sandimulyadi:~# lynx sandimulyadi.com
lynx sandimulyadi Menambahkan Subdomain pada Debian Server
root@sandimulyadi:~#  lynx saya.sandimulyadi.com
lynx saya Menambahkan Subdomain pada Debian Server
9. Dari kedua tampilan gambar diatas menunjukan bahwa konfigurasi yang anda lakukan sudah benar dan subdomain yang anda buat telah berhasil dijalankan dengan direktori yang berbeda dengan domain utama....


sunber : http://sandimulyadi.web.id
Reade more >>

Friday, March 1, 2013

mengatasi nslookup command not found on debian

Gua ngoprek debian  buat menadalami bikin DNS SERVER debian 6.nah pas konfigurasi nya udah selesai semua terus gua coba pake perintah nslookup ternyata eh ternyata yang keluar adalah command not found terus gua bingung akhirnya maen2 sebentar ke Om google cari masalah nya kenapa kok ngga bisa nslookup dan akhirnya ketemu,ternyata gua belum nginstall aplikasi dnsutils

cara penanganan nya mudah banget ternyata :D
 cukup install dnsutils

apt-get install dnsutils

dan masalahnya selesai :D
semoga bermanfaat
Reade more >>

Thursday, February 28, 2013

Konfigurasi Ntp server Debian squeeze


Network Time Protocol (NTP) berfungsi untuk mensingkronkan waktu client dengan server. Supaya waktu atau jam
dapat sama persis. NTP berjalan pada protocol UDP, yang bersifat ringan dan unreliable. NTP Server, sangat
berperan penting jika jumlah computer sudah melampaui batas, agar semua waktu berjalan serentak pada setiap
computer.
Instalasi paket yaitu ntp ntpdate
#aptitude install ntp ntpdate
Konfigurasi ntp

Konfigurasi untuk ntp server, terletak di file ntp.conf. Buka dan edit file konfigurasi tersebut, sesuaikan bagian-bagian
yang ada seperti gambar di bawah ini. Beri tanda pagar pada server debian.pool.ntp.org agar disable.
Tambah konfigurasi seperti di bawah ini..

Cari baris #restrict 192.168.123.0 kemudian tambah konfigurasi seperti di bawah ini.

Restart layanan ntp
#/etc/init.d/ntp restart
Pengujian Via Lokal server

Periksa apakah NTP server local sudah bekerja dengan baik atau belum. Jika pada bagian “jitter” tidak bernilai 0.000,
berarti sudah benar, dan jika belum, periksa kembali file ntp.conf.

Untuk Lebih pastinya, Kita uji dengan server yang kita miliki dengan perintah ntpdate.Perlu di ingat, jika pada bagian ini
muncul pesan “no server suitable for synchronization found”, maka tunggulah kurang lebih 5-10 menit.

Pengujian Via Windows..

Pada system operasi windows, NTP Client sudah
terinstall secara otomatis. Caranya tinggal Klik icon jam di taksbar kemudian pilih change date and time settings lalu pilih internet time
dan pilih change settings..

Kemudian beri tanda checklist pada
Automatically synchronize… dan isi alamat ntp
server debian.
atau bisa ganti pke ip address severnya..
exp: 172.168.1.1
SELESAI SELAMAT MENCOBA
Reade more >>

Monday, October 15, 2012

Setting Transparent web proxy pada Mikrotik

Disini akan di jelaskan mulai dari transparent proxi nya, salah satu fungsi proxy adalah untuk menyimpan cache. Apabila sebuah LAN menggunakan proxy untuk berhubungan dengan Internet, maka yang dilakukan oleh browser ketika user mengakses sebuah url web server adalah mengambil request tersebut di proxy server. Sedangkan jika data belum terdapat di proxy server maka proxy mengambilkan langsung dari web server. Kemudian request tersebut disimpan di cache proxy. Selanjutnya jika ada client yang melakukan request ke url yang sama, akan diambilkan dari cache tersebut. Ini akan membuat akses ke Internet
 lebih cepat.
untuk koneksi masih bisadi andal kan. tapi di sini cache yang tersimpan akan terhapus sendiri nya, karena kalau tidak terhapus bisa jadi mikrotiknya sering hang.
Bagaimana agar setiap pengguna dipastikan mengakses Internet melalu web proxy yang telah kita aktifkan? Untuk ini kita dapat menerapkan transparent proxy. Dengan transparent proxy, setiap Browser pada
komputer yang menggunakan gateway ini secara otomatis melewati proxy.

Mengaktifkan fiture web proxy di mikrotik:
[ropix@IATG-SOLO] > /ip proxy set enabled=yes
[ropix@IATG-SOLO] > /ip web-proxy set
cache-administrator= ropix.fauzi@infoasia.net
[ropix@IATG-SOLO] > /ip web-proxy print

enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 3128
hostname: "IATG-SOLO"
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: "ropix.fauzi@infoasia.net"
max-object-size: 8192KiB
cache-drive: system
max-cache-size: unlimited
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 4733952KiB
reserved-for-ram-cache: 2048KiB


Membuat rule untuk transparent proxy pada firewall NAT, tepatnya ada dibawah rule untuk NAT masquerading:

[ropix@IATG-SOLO] > /ip firewall nat add  chain=dstnat in-interface=local src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

[ropix@IATG-SOLO] > /ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=srcnat out-interface=public action=masquerade
 1   chain=dstnat in-interface=local src-address=192.168.0.0/24 protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128


Pada winbox:
1. Aktifkan web proxy pada menu IP>Proxy>Access>Setting ( check box enable)



2. Setting parameter pada menu IP>Web Proxy>Access Setting>General


3. Membuat rule untuk transparent proxy pada menu IP>Firewall>NAT
























Sekian penjelasan nya untuk setting transparent web proxy pada mikrotik, jika belum jalan dapat di lihat langkah di atas, jika ada ketinggalan,Sekian dan terima kasih.
Reade more >>

Tuesday, June 5, 2012

Konfigurasi Firewall dengan Iptables di Debian 6 Squeeze


Firewall merupakan komponen yang sangat penting untuk sebuah jaringan jika dilihat dari sisi keamanan. Tugas dari firewall ini adalah untuk memfilter paket-paket data yang mana saja yang boleh lewat dan tidak. Jadi Firewall ini ibarat lampu lalu lintas yang ada di dalam sebuah jaringan. Berhubung firewall ini adalah sisi yang sangat rentan terhadap serangan dari luar, maka untuk konfigurasi firewall seperti ini, menggunakan iptables merupakan pilihan yang tepat. Selain ringan dan simpel, iptables ternyata sangatlah powerful sekali dalam penerapan sistem firewall di Debian. Banyak sekali yang dapat kita manfaatkan dari aplikasi yang satu ini. Mulai dari routing, blokir paket data, hingga penerapan-penerapan firewall advanced lainnya. Jika kalian bisa menguasai perintah-perintah iptables ini, wah dijamin kalian pasti bakalan menjadi ahli networking security yang handal. :D

Nah, pada tutorial kali ini, saya ingin membagikan sebuah skrip iptables hasil iseng-iseng saya yang akan mengaktifkan beberapa fungsi firewall sederhana di Debian. Kira-kira rulenya adalah seperti ini : Seluruh jaringan lokal dapat mengakses ke internet, sedangkan semua akses dari luar akan ditutup kecuali akses ke SSH dan ke HTTP server.

Yuk, cekidot! :)

Menerapkan Iptables sebagai Firewall di Debian 6 Squeeze

Kita anggap bahwa topologi jaringannya adalah seperti ini dimana eth0 adalah interface luar/external(EXTIF) dan eth1 adalah interface lokal/internal(INTIF) :

client-----(eth1)firewall(eth0)-----internet


1. Kemudian buat filenya terlebih dahulu, kita beri nama filenya firewall saja. Dan kita letakkan di folder root agar lebih mudah.

# nano firewall

2. Kopikan script dibawah ini :

#!/bin/sh
IPTABLES='/sbin/iptables'
# Set nilai interface
EXTIF='eth0'
INTIF='eth1'
#Aktifkan ip forwarding di kernel
/bin/echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#flush aturan dan hapus chains
$IPTABLES ­F
$IPTABLES ­X
#Aktifkan masquerade untuk membolehkan LAN mengakses jaringan eksternal
$IPTABLES ­t nat ­A POSTROUTING ­o $EXTIF ­j MASQUERADE
#Tersukan trafik LAN dari LAN $INTIF ke internet $EXTIF
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $INTIF ­o $EXTIF ­m state ­­state NEW,ESTABLISHED ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server SSH
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 22 ­j ACCEPT
#Membolehkan akses ke server HTTP
$IPTABLES ­A INPUT ­­protocol tcp ­­dport 80 ­j ACCEPT
#blok seluruh akses ke $EXTIF
$IPTABLES ­A INPUT ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP
$IPTABLES ­A FORWARD ­i $EXTIF ­m state ­­state NEW,INVALID ­j DROP


Save dan tutup filenya.

3. Beri hak akses executable

# chmod +x firewall

4. Jalankan iptables dan save rulenya agar tetap tersimpan meskipun komputer direstart.

# /etc/init.d/iptables start
# ./firewall
# iptables-save > /etc/network/iptables.conf
# /etc/init.d/iptables save


Selesai deh :D Silahkan lakukan pengetesan sendiri ya :p

Semoga bermanfaat :)
Reade more >>

Sunday, May 6, 2012

HowTo: Upgrade Debian 5.0 (Lenny) To Debian 6.0 (Squeeze)

Debian 6.0 "Squeeze" has been released and how do I upgrade to Debian GNU/Linux 6.0 from the previous release, Debian GNU/Linux 5.0 ("Lenny") using command prompt?

Debian 6.0 introduces a dependency based boot system, making system start-up faster and more robust due to parallel execution of boot scripts and correct dependency tracking between them. Upgrades to Debian GNU/Linux 6.0 from the previous release, Debian GNU/Linux 5.0 (codenamed "Lenny"), are automatically handled by the apt-get package management tool for most configurations.
Make a backup - it cannot be stressed enough how important it is to make a backup of your system before you do this. Most of the actions listed in this post are written with the assumption that they will be executed by the root user running the bash or any other modern shell. The official Debian document recommends:
The main things you'll want to back up are the contents of /etc, /var/lib/dpkg, /var/lib/apt/extended_states and the output of dpkg --get-selections "*" (the quotes are important). If you use aptitude to manage packages on your system, you will also want to back up /var/lib/aptitude/pkgstates.
The following insutctions are tested on 64 bit version only but should work with 32 bit system. Edit the file called /etc/apt/sources.list, enter:
# vi /etc/apt/sources.list
Find word lenny and replace with squeeze. At the end it should look as follows:
deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb http://volatile.debian.org/debian-volatile squeeze/volatile main
deb-src http://volatile.debian.org/debian-volatile squeeze/volatile main
Save and close the file. Type the following command:
# apt-get update
# apt-get install apt dpkg aptitude
# apt-get dist-upgrade

Finally, reboot the server:
# reboot
After reboot make sure all required ports are open and all services are running:
# lsb_release -a
# netstat -tulpn
# tail -f /var/log/messages
# tail -f /path/to/log/file


Reade more >>

Monday, April 23, 2012

SETUP DEBIAN HOTSPOT WITH FREERADIUS, COOVACHILLI,

1.      Installasi Radius server
Sebelumnya kita harus menginstall beberapa paket di bawah ini,
wisnu@wisnu:~$ sudo apt-get install apache2 php5 php5-mysql mysql-server mysql-client phpmyadmin
untuk menginstall freeradius sebagai radius server kita harus update repo di computer kita, hal ini di karenakan paket freeradius dan paket-paket pendukungnya tidak ada di dalam DVD 1 debian yang saya gunakan. Untuk penggunaan repository online di usahakan menggunakan repository online terdekat dengan letak geografis dimana anda tinggal, menurut info yang saya dapatkan jika semakin jauh repository online yang kita gunakan maka aksesnya pun juga akan semakin lambat.
wisnu@wisnu:~$ sudo nano /etc/apt/source.list
 
setting seperti gambar di atas, kemudian ketik perintah
wisnu@wisnu:~$ sudo apt-get update
proses akan memerlukan waktu yang agak lama, bagi yang koneksi internetnya pas-pasan seperti saya,,, xixixixi maklum Cuma pake modem smart,,, hehehe
setelah proses selesai, kemudian install freeradius dengan perintah
wisnu@wisnu:~$ sudo apt-get install freeradius freeradius-mysql
langkah selanjutnya adalah membuat database.
wisnu@wisnu:~$ sudo mysql -u root -p123
mysql> create database hotspot;
mysql>quit;

langkah selanjutnya import mysql, 
wisnu:~# mysql -u root -p123 hotspot < /etc/freeradius/sql/mysql/schema.sql
wisnu:~# mysql -u root -p123 hotspot < /etc/freeradius/sql/mysql/nas.sql
asumsi : password 123 nama database “hotspot”
 kemudian ubah privilegesnya,,, 
wisnu@wisnu:~$ sudo mysql -u root -p123
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON hotspot.* TO 'aji'@'localhost' IDENTIFIED BY 'aji';
mysql> flush privileges;
mysql> quit;
setting freeradius supaya bisa terkoneksi dengan database,
wisnu:~# nano /etc/freeradius/sql.conf
 Bagian yang harus di setting adalah login (username untuk masuk database), password (password untuk masuk database), radius_db (nama database).
Langkah selanjutnya edit file clients.conf dengan perintah
wisnu:~# nano /etc/freeradius/clients.conf
cari bagian “client localhost” ganti dengan “client 127.0.0.1”, kemudian cari bagian “secret=testing123”. Pada bagian secret silahkan ganti sesuai dengan keinginan.
Langkah selanjutnya cek dulu apakah authorisasi user sudah berjalan di radius server nya, untuk cek coba adduser baru, pada contoh kali ini saya menggunakan user wisnu.
wisnu:~# radtest wisnu 123 127.0.0.1 0 testing123
Sending Access-Request of id 222 to 127.0.0.1 port 1812
        User-Name = "wisnu"
        User-Password = "123"
        NAS-IP-Address = 192.168.1.1
        NAS-Port = 0
rad_recv: Access-Accept packet from host 127.0.0.1 port 1812, id=222, length=20
apabila muncul pesan “Access-Accept packet” maka koneksi radius server ke user berhasil. Dan server radius sudah berjalan dengan baik.
Langkah selanjutnya kita harus mengubah authorisasi dari user ke database. Edit file radiusd.conf
wisnu:~# nano /etc/freeradius/radiusd.conf
Hilangkan tanda “#” di bagian “$INCLUDE sql.conf”….
kemudian edit file default. wisnu:~# nano /etc/freeradius/sites-available/default
Hilangkan tanda “#” di bagian yang di cetak tebal… 
 authorize {
                  Sql
}
Accounting {
                  Sql
}
Session {
                  Sql 
}

Setelah selesai, keluar kemudian restart radius server
wisnu:~# /etc/init.d/freeradius restart
 langkah selanjutnya adalah menambahkan user ke database.
wisnu:~# mysql -u root -p123 
mysql> use hotspot;
mysql> insert into radcheck (UserName, Attribute, Value) VALUES ('wisnuaji','Password','12345');
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql>quit;
restart radius server
wisnu:~# /etc/init.d/freeradius restart
setelah kita menambahkan user, kita cek apakah koneksi radius ke user database sudah berhasil.
wisnu:~# radtest wisnuaji 12345 127.0.0.1 0 testing123
Sending Access-Request of id 210 to 127.0.0.1 port 1812
        User-Name = "wisnuaji"
        User-Password = "12345"
        NAS-IP-Address = 192.168.1.1
        NAS-Port = 0
rad_recv: Access-Accept packet from host 127.0.0.1 port 1812, id=210, length=20
2.      Installasi Coovachilli
Ok sekarang kita masuk ke tahap ke dua, yaitu installasi coovachilli sebagai hotspot management. Kita juga bisa menggunakan chillispot, pfsense atau yang lain. Maaf saya hanya tau 3 software itu untuk management hotspot… xixixixixi mungkin boleh di lengkapi lagi,,, ehehehehe.
Ok langsung saja kita menuju ke laptop, xixixi. Langkah yang pertama kita harus download dulu paket coovachilli.deb
Silahkan download di sini
wisnu@wisnu:~$ sudo wget http://ap.coova.org/chilli/coova-chilli_1.0.13-1_i386.deb
kemudian install paket coovachilli yang telah di download tadi.
wisnu@wisnu:~$ sudo dpkg –i coova-chilli_1.0.13-1_i386.deb
kemudian ikuti langkah di bawah ini dengan teliti,,, hehehwisnu:~# cp /etc/chilli/defaults /etc/chilli/config
wisnu:~# mkdir /var/www/hotspot
wisnu:~# cd /var/www/hotspot/
wisnu:/var/www/hotspot# cp /etc/chilli/www/* /var/www/hotspot/
wisnu:/var/www/hotspot# mkdir images
wisnu:/var/www/hotspot# cp /var/www/hotspot/coova.jpg /var/www/hotspot/images/
wisnu:/var/www/hotspot# mkdir uam
wisnu:/var/www/hotspot# cd uam/
wisnu:/var/www/hotspot/uam# vwget http://ap.coova.org/uam/
bash: vwget: command not found
wisnu:/var/www/hotspot/uam# wget http://ap.coova.org/uam/
wisnu:/var/www/hotspot/uam# wget http://ap.coova.org/js/chilli.js

langkah selanjutnya mengaktifkan service coovachilli.
wisnu:~# nano /etc/default/chilli
ubah menjadi seperti di bawah ini,,,,
START_CHILLI=1
CONFFILE="/etc/chilli.conf"
Kemudian edit file /etc/chilli/config seperti gambar di bawah ini,,,
# -*- /bin/sh -*-
#
#   Coova-Chilli Default Configurations. 
#   To customize, copy this file to /etc/chilli/config
#   and edit to your liking. This is included in shell scripts
#   that configure chilli and related programs before file 'config'. 
 
 
###
#   Local Network Configurations
# 
 
# HS_WANIF=eth0            # WAN Interface toward the Internet
HS_LANIF=eth1                      # Subscriber Interface for client devices
HS_NETWORK=192.168.1.1              # HotSpot Network (must include HS_UAMLISTEN)
HS_NETMASK=255.255.255.0   # HotSpot Network Netmask
HS_UAMLISTEN=192.168.1.1           # HotSpot IP Address (on subscriber network)
HS_UAMPORT=3990            # HotSpot Port (on subscriber network)
 
# HS_DYNIP=
# HS_DYNIP_MASK=255.255.255.0
# HS_STATIP=
# HS_STATIP_MASK=255.255.255.0
# HS_DNS_DOMAIN=
# HS_DNS1=
# HS_DNS2=
 
###
#   HotSpot settings for simple Captive Portal
#
HS_NASID=nas01
HS_UAMSECRET=uamsecret
HS_RADIUS=127.0.0.1
HS_RADIUS2=127.0.0.1
HS_RADSECRET=testing123
HS_UAMALLOW=coova.org
 
#   Put entire domains in the walled-garden with DNS inspection
# HS_UAMDOMAINS=".paypal.com,.paypalobjects.com"
 
#   Optional initial redirect and RADIUS settings
# HS_SSID=<ssid>       # To send to the captive portal
# HS_NASMAC=<mac address>  # To explicitly set Called-Station-Id
# HS_NASIP=<ip address>    # To explicitly set NAS-IP-Address
 
#   The server to be used in combination with HS_UAMFORMAT to 
#   create the final chilli 'uamserver' url configuration.
HS_UAMSERVER=192.168.1.1
 
#   Use HS_UAMFORMAT to define the actual captive portal url.
#   Shell variable replacement takes place when evaluated, so here
#   HS_UAMSERVER is escaped and later replaced by the pre-defined 
#   HS_UAMSERVER to form the actual "--uamserver" option in chilli.
HS_UAMFORMAT=https://\$HS_UAMSERVER/uam/uam
 
#   Same principal goes for HS_UAMHOMEPAGE.
HS_UAMHOMEPAGE=http://\$HS_UAMLISTEN:\$HS_UAMPORT/www/coova.html
 
#   This option will be configured to be the WISPr LoginURL as well
#   as provide "uamService" to the ChilliController. The UAM Service is
#   described in: http://coova.org/wiki/index.php/CoovaChilli/UAMService
#
HS_UAMSERVICE=https://192.168.1.1/cgi-bin/hotspotlogin.cgi
Edit sesuai dengan gambar di atas… hehe
Kemudian download file login page di http://www.ziddu.com/download/18969437/uam.tgz.html
Extract file uam.tgz… kemudian copy kan ke direktori /var/www/hotspot/uam
Wisnu:~# tar –xzvf uam.tgz
Wisnu:~# cp –r uam /var/www/hotspot/uam


3.      Installasi SSL
Langkah selanjutnya adalah instalasi modul apache,,,
wisnu:~# mkdir /var/www/hotspot/cgi-bin
Lalu copy file hotspotlogin.cgi.gz di directori cgi-bin..
wisnu:~# cp /usr/share/doc/coova-chilli/hotspotlogin.cgi.gz /var/www/hotspot/cgi-bin/
setelah itu extract file hotspotlogin.cgi.gz,,,
wisnu:~# cd /var/www/hotspot/cgi-bin/
wisnu:/var/www/hotspot/cgi-bin# gunzip hotspotlogin.cgi.gz
kemudian edit file hotspotlogin.cgi ubah seperti gambar di bawah ini,,,
$uamsecret = "uamsecret";
$userpassword=1;
Kemudian ubah hak akses file hotspotlogin.cgi
wisnu:/var/www/hotspot/cgi-bin# chmod a+x hotspotlogin.cgi
Langkah selanjutnya adalah membuat ssl sertificate. Langkah pertama kita install dulu paket-paket di bawah ini..
wisnu:~# apt-get install openssl ssl-cert libapache2-mod-php5
langkah selanjutnya membuat di rektori ssl,,,
wisnu:~# mkdir /etc/apache2/ssl
 langkah selanjutnya generate ssl
wisnu:~# openssl req $@ -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/ssl/apache.pem -keyout /etc/apache2/ssl/apache.pem
Country Name (2 letter code) [AU]:
State or Province Name (full name) [Some-State]:
Locality Name (eg, city) []:
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (eg, YOUR name) []:
Email Address []:
isi sesuai dengan permintaan di atas,,, hehe
langkah selanjutnya adalah mengubah hak akses file apache.pem
wisnu:~# chmod 600 /etc/apache2/ssl/apache.pem
wisnu:~# a2enmod ssl
kemudian restart apache,,,
wisnu:~# /etc/init.d/apache2 restart
langkah selanjutnya adalah membuat virtualhost, masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available
wisnu:~# cd /etc/apache2/sites-available/
wisnu:/etc/apache2/sites-available# cp default hotspot
edit file hotspot sesuai dengan gambar di bawah ini,,,
Setelah selesai keluar,,,

Langkah selanjutnya adalah enable file hotspot,,,
wisnu:/etc/apache2/sites-available# a2ensite hotspot

kemudian restart apache2,,,
wisnu:/etc/apache2/sites-available# /etc/ini.d/apache2 restart

kemudian di sisi client kita setting networknya dengan dhcp,,,,
Reade more >>

Saturday, April 21, 2012

Cara Menginstall Linux Debian 6 GUI (Squeeze)

sebelumnya hafid uda posting tentang cara install debian lenny 5...............

kali ini hafid bakal post tentang cara install debian lenny 6............
1. Booting Dari CD atau DVD



2. Pilih Graphical Install
3. Tekan enter


4. Pilih bahasa yang ingin agan pilih
5. Klik Continue


6. Pilih dimana sekarang agan tinggal
7. Klik Continue


8. Pilih American English
9. Klik Continue


10. Karena konfigurasi jaringan secara otomatis gagal maka saya menggunakan dengan cara manual
11. Klik Continue


12. Pilih Configure network manually
13. Klik Continue, agar waktu mengecek jaringan tidak kosong


14. Isikan IP Address sesuai dengan yang agan inginkan, bisa kelas A, kelas B atau Kelas C, saya  memakai kelas C


15. Isi Subnetmask dengan mengetikan 255.255.255.0


16. Isi Gateway dengan mengetikan 192.168.4.1


17. Nameserver sama dengan Gateway jadi agan ketikan 192.168.4.1


18. Hostname bisa agan isi dengan keinginan agan sendiri, bisa nama agan atau yang lain. Saya memakai Hostname BKJ


19. Domain Name bisa agan isi dengan domain yang agan miliki, saya memakai domain saya sendiri yaitu bkj-tutorial.blogspot.com


20. Isi Root password sesuai keinginan agan
21. Isi re-enter password to verify dengan password yang sudah agan isi sebelumnya


22. Isi Full name for the new user dengan yang agan inginkan, sama dengan Hostname juga tidak apa-apa. Saya memakai nama Belajar Komputer  dan Jaringan


23. Isi Username for your account dengan yang agan inginkan asalkan  jangan sama dengan Full name for the new user karena akan terjadi error



24. Isi Choose a password for the new user dengan yang agan inginkan, boleh sama boleh tidak dengan password yang sudah agan isi waktu mengisi password user yang sebelumnya
25. Samakan isi Re-enter password to verify dengan password yang sudah agan isi sebelumnya


26. Pilih Eastern
27. Klik Continue


28. Agar lebih cepat dalam menginstall debian 6 Desktop sebaiknya agan memilih yang paling atas yaitu Guide use entire disk
29. Klik Continue


30. Jika dalam komputer agan ada 2 buah harddisk agan bisa memilih yang atas maupun yang bawah karena komputer saya hanya memiliki 1 buah harddisk jadi tidak ada pilihan
31. Klik Comtinue


32. Pilih All files in one partition (recomended for new users)
33. Klik Continue


34. Pilih Finish partitioning and write changes to disk
35. Klik Continue


36. Pilih Yes
37. Klik Continue


38. Tunggu proses kira-kira kurang lebih 5 menit


39. Pilih No
40. Klik Continue


41. Klik No
42. Klik Continue


43. Pilih No
44. Klik Continue


45. Centang yang paling atas dan paling bawah
46. Klik Continue


47. Tunggu proses kira-kira kurang lebih 15 menit


48. Klik Yes
49. Klik Continue


50. Klik Continue
51. Tunggu sebentar karena komputer akan restart secara otomatis


51. Pilih yang atas atau biarkan saja dalam waktu 5 detik agan akan langsung masuk


52. Tekan enter


53. Pada Password masukkan password user yang sudah agan isikan waktu menginstall debian 6 Desktop
54. Tekan enter


55. Inillah tampilan Linux Debian 6 Desktop (Squeeze).
Reade more >>

Followers

visitor of state

like me on FaceBook